ANAK DENGAN GANGGUAN PALSI CEREBRAL

Published March 18, 2012 by mingmega

ASUHAN KEPERAWATAN CEREBRAL PALSY

CP ialah suatu keadaan kerusakan jaringan otak yang kekal dan tidak progresif, terjadi pada waktu masih muda (sejak dilahirkan), dan merintangi perkembangan otak normal dengan gambaran klinik yang dapat berubah selama hidup, dan menunjukkan kelainan dalam sikap dan pergerakan, disertai kelainan neurologik berupa kelumpuhan spastik, gangguan ganglia basalis dan serebelum.
Sebab-sebab yang dapat menimbulkan CP pada umulnnya secara kronologis dapat dikelompokkan sebagai berikut :

{ Prenatal :

· gangguan pertumbuhan otak

· penyakit metabolisme

· penyakit plasenta

· penyakit ibu : toksemia gravidarum, toksopiasmosis, rubella, sifilis dan radiasi

{ Natal :

· partus lama

· trauma kelahiran dengan perdarahan subdural

· prematuritas

· penumbungan atau lilitan talipusat

· atelektasis yang menetap

· aspirasi isi lambung dan usus

· sedasi berat pada ibu

{ Post natal :

· penyakit infeksi : ensefalitis

· lesi oleh trauma, seperti fraktur tengkorak

· hiperbilirubinemia/kernikterus

· gangguan sirkulasi darah seperti emboli/trombosis otak

FAKTOR RESIKO

Faktor-faktor resiko yang menyebabkan kemungkinan terjadinya CP semakin besar antara lain adalah :

1. Letak sungsang.

2. Proses persalinan sulit.

3. Apgar score rendah.

4. BBLR dan prematuritas.

5. Kehamilan ganda.

6. Malformasi SSP.

7. Perdarahaan maternal atau proteinuria berat pada saat masa akhir kehamilan.

8. Hipertiroidism maternal, mental retardasi dan kejang.

9. Kejang pada bayi baru lahir.

GAMBARAN KLINIS DAN KLASIFIKASI

Manifestasi klinik CP bergantung pada lokalisasi dan luasnya jaringan otak yang mengalami kerusakan, apakah pada korteks serebri, ganglia basalis atau serebelum. Dengan demikian secara klinik dapat dibedakan 3 bentuk dasar gangguan motorik pada CP, yaitu : spastisitas, atetosis dan ataksia.

a) Spastisitas.
b) Atetosis.
c) Ataksia.
d) Rigiditas.

Merupakan bentuk campuran akibat kerusakan otak yang difus. Di samping gejala-gejala motorik, juga dapat disertai gejala-gejala bukan motorik, misalnya gangguan perkembangan mental, retardasi pertumbuhan, kejang-kejang, gangguan sensibilitas, pendengaran, bicara dan gangguan mata.

Gangguan Pendengaran
Gangguan Bicara
Gangguan Mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: